Suka banget video ini, lucu banget!!!
I like this parody video, it is just so so funny (for those who understands bahasa Indonesia)
jibber jabber as myself and as mom in bahasa Indonesia and English
Suka banget video ini, lucu banget!!!
I like this parody video, it is just so so funny (for those who understands bahasa Indonesia)
Today, I am home alone! For the first time since Raphaël was born, I am totally alone at home, but I am not lonely at all. Since last week, I got chickenpox, that is why I prefer to stay at home. I do not want to be a virus to everyone, moreover to babies and children! Besides, I still have dried zits on my face!! JB and Raphaël are out somewhere, visiting JB’s sister, and I guess they are out in a mall. They can’t go to the park because it is raining.
Raphaël is now 13 months old. It has been just two weeks, I saw big big improvement! He now can sit on his own!! Yaaaayyyy!!!! What a good job!!! It is so cute everytime he looks at me with those little dark eyes with proud feeling, showing his Mama that he can sit on his own!! He is now learning how to crawl!! Finally!!! And he talks!!!! Ohhhh, he can’t stop talking now! he likes to talk and talk and talk and talk……even when he is alone!!….Also, he likes to taste food, and he can chew!! Good job my boy!! 
(he does not like big pieces on his food, it is like that he is choked when he eats them)…..

I remember, I read many articles and books about baby’s growth and what can a baby do at certain age. Until age 6 months, everything looks just like what the books say, but then…….I started to think there was something wrong with my boy when he does not do things just like what’s in the book! It is true it made me worried back then. But my husband kept telling me that every baby has his/her own characteristic. No need to compare one baby to another, at the same age or not. Every single baby is different!
Now I see!
Raphaël started to like to be on tummy position when he was about 10 months old! He did that when he was younger, about 3 months old, but after that, no more tummy time until age 10 months. He did not like to be on tummy position, he protested, he cried. But starting age 10 months, he likes the idea on the tummy position, perhaps it gives him new perspective, new sensation. Since then, he makes his body getting stronger, get ready for the next step, which is to be on all fours. And just about a couple of weeks ago, he made it to sit on his own!! Now, he is learning to crawl!! at age 13 months!!
Perhaps it sounds a little late to start to crawl at this age, but let me know it is never too late!! Raphaël can sit straight (with our help) at age 6 months! He can stand up (with our help again) at the same time. He had his first teeth around 7 months. Those are the big milestones. Of course there are more other things that we did not pay attention too much, for example he liked to makes noises with this little mouth and tongue, he loves to explore things with his little fingers, he loves to flip flap his sturdy books, he loves to moves his body, etc, etc ,etc.
So, it is best not to compare our babies to other babies. Each baby has his/her own rythym and characteristics. I thank GOD for my joy Raphaël
Adalah satu hal yang mengagumkan buat aku sendiri melihat anakku semakin lama semakin mengerti apa apa yang aku (atau ayahnya) bicarakan. Terus terang, aku tidak pernah menggunakan “bahasa bayi” ke Raphaël, kita selalu berbicara normal seolah-olah dia seorang dewasa. Sekarang dia bisa mengucapkan 2 silabel yang diulang-ulang, misalnya tata, nyanya, mama, wawa…Kalau dia sedang bicara “tata tata tata”, aku bilang sama dia “Raphaël bicara apa itu? Mama tidak mengerti”…atau kalau aku tanya dia “Raphaël mau minum?” (sambil menunjukkan botol minumnya), kalau dia mau, dia tersenyum, atau merentangkan tangannya sambil mengucapkan “tata”…..
Video ini diambil sebulan yang lalu, Raphaël berumur 12 bulan
Papa Mama harus hati-hati kalau bicara, si kecil sedang belajar banyak
Raphaël sekarang umur 12,5 bulan. Lagi umur-umurnya “separation anxiety”. Menurut teori, sekitar umur 8 bulan s/d 18 bulan, bayi mengalami separation anxiety, bisa lihat artikelnya di Baby Center. Sejak umur sekitar 8,5 bulan, Raphaël nangis kalau dilihat orang dari jarak dekat, kalau diajak bicara dengan orang lain, apalagi dipeluk orang lain! Termasuk juga Grandmaman, Grandpapa, dan keluarga dekat lainnya! Apalagi Raphaël mulai kenal tempat kediaman Grandparents-nya. Sejak di pintu masuk gedung apartment saja, Raphaël sudah tegang! Begitu pintu apartment terbuka, langsung deh wuuuuaaaaahhhh! alias nangis sekuat-kuatnya!
Ke dokter juga gitu. Di ruang tunggu, Raphaël biasa-biasa saja, sibuk lihat-lihat. Sewaktu giliran dipanggil masuk ruangan periksa, Raphaël tetap biasa-biasa saja, sambil mengawasi dokternya dengan mata tajam! hahaha. Kemudian, sewaktu dokter bilang untuk lepas bajunya, kita dudukin Raphaël di tempat tidur dokter, untuk dilepasin bajunya, wah langsung deh wuaaaaaahhh, nangis sekeras-kerasnya! apalagi sewaktu kita harus pegang erat kedua lengannya, biar dokter bisa periksa telinga dan mulutnya. Tapi menurutku, ini hal biasa kalau ke dokter, pasti Raphaël nangis.
Mulanya Raphaël merasa takut dan pasti langsung nangis kalau di lihat orang lain (termasuk keluarga) dari jarak dekat. Tapi kalau tidak diperhatikan, Raphaël suka sekali ngeliatin orang!! Misalnya di pertokoan, di jalan, di taman, orang berlalu lalang, Raphaël senang sekali memperhatikan orang-orang yang lewat. Tapi begitu didekatin orang, Raphaël takut dan akhirnya nangis. Lain halnya dengan anak-anak, Raphaël tidak takut!
Untuk menangani hal bersosialisasi ini, akhir-akhir ini, setelah mencari-cari info di sana sini, aku ajak Raphaël ke tempat penitipan anak yang gratisan. Di tempat ini, bukannya aku meninggalkan Raphaël sendirian, tetapi harus menemani Raphaël, di sini bisa bertemu anak-anak lainnya beserta ibu atau ayah mereka. Di Rambouillet, ada satu creche yang punya program Le rendez-vous du jeudi. Setiap hari Kamis jam 13.30-15.00 atau 15.00-16.30, anak-anak dari bayi sampai 3 tahun bisa datang beserta orang tua untuk kumpul-kumpul bersama. Di Versailles, ada Le petit square, setiap Selasa dan Jumat, pagi atau siang.
Aku berusaha datang ke tempat-tempat ini paling nggak seminggu sekali, tujuannya supaya Raphaël bisa bersosialisasi khususnya dengan anak-anak seumurnya. Yaah, untuk sementara Raphaël hanya bermain dengan aku saja, apalagi dia belum bisa bergerak sendiri. Nggak masalah buat aku, yang penting dia tahu kalau di dunia ini banyak anak/orang lain….
Hari ini untuk pertama kalinya aku menghukum bayiku!! walah, masih bayi lah kok sudah dihukum? Lah iya! lah wong bikin kesel emaknya aja! Sudah 2 mingguan ini, Raphaël (sekarang udah setahun lho!) susah makannya! Apalagi kalau makan malam, aduuuh. Harus kejar-kejar itu mulut kecil.
Tadi siang, si Raphaël nggak mau makan! sama sekali nggak mau makan. Aku jadi kesel juga tapi aku berusaha sekuat tenaga nggak menunjukkan ke dia kalo aku udah kesel banget! Akhirnya, aku letakkan makannya di depan dia, dan dia mainin makannya dengan sendoknya. Lalu aku makan di depan dia. Eeh, nggak pengaruh juga! Akhirnya ya udah, aku ambil makanannya bawa ke dapur, karena aku sebenarnya nggak setuju kalau dia mainin makannya. Lalu kuhukum dia!! hahahaha, sekarang kedengaran lucu buat aku! Aku taruh dia (di kursi tingginya) di sudut ruangan menghadap dinding! Waaah, tampangnya rek!! Aku nggak tahu dia ngambek, atau nggak ngerti kalau dia dihukum, atau gimana….dia mau guyonan sama aku, tapi aku pasang muka serius, nggak mau guyonan….
Awal-awalnya, aku bingung, kesel, mangkel, marah dst dst kalau anakku tidak mau makan atau tidak mau habiskan makanannya. Tapi setelah beberapa hari terbiasa dengan “mood tidak mau makan”, aku jadi tidak ambil pusing lagi! Aku biarin aja, anakku mau makan atau tidak. Selalu cari solusi supaya biar anak mau makan.
Raphaël bangun pagi sekitar 7.30, kemudian ganti popok lalu dia cuma minum 120 ml susu yang seharusnya 240 ml! diberi cereal rasa coklat atau vanilla atau biscuit, juga nggak pengaruh sama sekali. Setelah minum susu, kadang-kadang dia mau makan yogurt (entah rasa buah atau nature). Kalau tidak mau, aku tawarin lagi sisa susu-nya sejam kemudian. Kalau dia tidak mau, aku tawarin yogurt lagi sekitar 2 jam kemudian. Tujuanku, dia berhenti makan jam 10 pagi. Kalau tidak, nanti dia malah nggak mau makan siang.
Siang sekitar jam 13.30, aku beri makan. Seharusnya 200 gr, tapi dia tidak habiskan semuanya! Kemudian yogurt rasa buah, biasanya habis, tapi ya kadang-kadang cuma dihabiskan 2/3nya.
Sore antara jam 5 – 6pm, aku beri dia susu 120 – 150 ml dan kalau dia mau, aku beri compote buah.
Malam jam 8.30pm, dia makan malam, sekarang dia lagi bosan makan soup, jadi sekarang makan purée sayur ditambah cream didalamnya, untungnya habis!! ditambah yogurt.
Ooh, aku sekarang benar-benar berusaha supaya tidak terlalu ambil pusing kalau dia rewel mau makan. Yang penting dia mau makan dan makan semampunya. Kalau dipaksa makan, malah tambah runyam nanti. Bisa-bisa dia tidak mau makan sama sekali. Sekarang saja, dia mulai tidak suka makan di kursi tinggi-nya! Raphaël juga terbiasa dengan cup Nestlé Naturness, jadi kadang-kadang kalau dia lihat makannya bukan di cup Naturness, dia nangis!! Jadi aku sekarang simpan cup-nya, biarpun di dalamnya bukan makanan Naturness, padahal sebelumnya dia tidak ambil pusing dengan cup atau piringnya!
Buatku sekarang, yang penting dia makan, biarpun tidak habis semuanya. Dan juga, setiap hari minum atau makan dairy product ekivalen 600 mg Calcium. Selama ini yang aku prioritaskan adalah 500 ml susu (Nutricia Croissance), tapi Raphaël hanya minum separuhnya, selebihnya aku beri yogurt (1 cup yogurt 120 gr = 125 ml susu).
Sabar, sabar, sabar!!!
Terakhir ke dokter, umur 12 bulan, panjang 77 cm, berat 9,700 kg.
One good investment on baby’s needs is the baby car seat. It sure is an obligation for the baby’s safety in the car. In France, when you are done with your stay in the hospital (to give birth), and you will go home, if you do not have the car seat, you can’t take the baby home with you. Of course, if you will take home the baby by car. There are various types of car seat that have the European conformity: group 0+, 0/1, 1/2/3, 2/3. They all depend on the age and weight of the baby.
Group 0+ is for baby from birth to 13kg
Group 0/1 is from birth to 18kg
Group 1/2/3 is from 9kg to 36kg
Group 2/3 is from 15kg to 36kg
For our baby, we used the car seat group 0+ since birth to 11 months. Well, his weight is less than 13 kg but Raphaël is just too big for the car seat, especially during the winter like now, when he is wearing his big coat, it would be too tight for him to be in the car seat. So, we bought the bigger one, group 0+/1. We chosed the car seat group 0+/1 instead of 1/2/3 because it looks more comfotable for his age. The group 1/2/3 looks too big for him.
One good thing with the group 0+, we do not have to wake up or pick up the baby out of the car seat when we arrive at destination. Also, it is attachable to the stroller.
To keep the safety and comfort, the baby car seat can not be used more than 5 years! It should be destroyed.
I wish in Indonesia it would be the same. I guess it is not an obligation to use the baby car seat. Why?
One more Indonesian word that my little boy learnt yesterday. Lidah (En: tongue). It happened just like that, he was sitting on his high chair and playing with his tongue. When I saw this, I just said “lidah” and I kept saying it everytime he got his tongue out. I had big smile as we do this. As he stopped playing with his tongue, I said “lidah”, just want to see if he understood what I said. and YES!!!
I showed this when his Papa came from work. It was just so funny! Well, ok, it is not polite to stick your tongue out, but I think he does this because he will have new teeth. By this time, his Papa also says “langue” (French for tongue), as he plays his tongue.
Now, our baby understands two more new words that has one meaning! Lidah (Indonesian) and Langue (French), both means tongue in English.
This video was taken in a restaurant on Feb, 08, 2009. Raphaël just turnt 11 months. We went to a small Japanese restaurant near Jardin du Luxembourg. There is no baby’s high chair (like most of restaurants) and poor Raphaël if he had to stay on his stroller, attached and could not move around. So, we put him on the chair, normal chair. He liked it a lot. He could looked at the people around, he could play and move. So, from this time on, if we went to a restaurant where there is no high chair, we always chose a place in a corner, and put our baby in a chair. And if we gave him a toy, he would drop it off to the ground, it is his new way to play, he likes it but not us since we have to pick the toy somewhere under the table…oh well…
Oh ya, he had not get his haircut yet.
Anakku senang sekali mainan “coucou” (Indonesia: ciluk ba). Dia mengerti kalau kita bilang “coucou” (bacanya: kuku). Tetapi nggak terlalu ngerti kalau aku bilang “ciluk-ba”. Kalau “Ba” saja, dia agak ngerti! Si Ayah lebih gila kalau sedang mainan dengan anaknya, maklum…
—
My son loves to play “coucou” (English: peek-a-boo). He understands when we say “coucou” (pronounce: koo-koo). But he doesn’t understand very well when I said “ciluk-ba” (Indonesian for peekaboo). He does understand when I say just “Ba”. The father just goes crazy when he plays with his boy, mind him…